Wisata Kuliner Khas Banjarnegara

Berkunjung ke Kota Banjarnegara? Pasti kebayang segarnya Dawet Ayu. Apa lagi jika hari menjelang siang, hawa juga mulai panas, hauslah kita ingin menikmati minuman khas Banjarnegara yang terbuat dari cendol, Namun, jangan salah, karena Banjarnegara memiliki aneka kuliner khas yang siap memuaskan Anda yang hobby wisata kuliner. Berikut ini kami sajikan beberapa makanan khas Banjarnegara yang layak dicoba :
Dawet Ayu merupakan minuman yang diracik perpaduan cendol, santan dan gula Jawa / gula aren, kadang dicampur nangka / durian , dan lebih cocok disajikan dengan tambah es. Dawet ayu menjadi “maskot kota Banjarnegara, sehingga di Alun-alun kota dibangun patung Dawet yang menggambarkan dua orang penjual dawet lengkap dengan bakul dengan dua tokoh punakawan Semar dan anaknya GarĂ©ng Konon bagi yang meminumnya akan serasa sepuluh tahun lebih muda dan menjadi Ayu.
Purwaceng Tanaman Purwaceng pun hanya terdapat di kawasan Dataran Tinggi Dieng, kecamatan Batur, Banjarnegara. Minuman khas penghangat tubuh dan ”Ginseng” nya Banjarnegara ini rasanya nikmat, hangat, dan dipercaya mampu meningkatkan kesehatan tubuh dan vitalitas kaum dewasa. Mau mencoba?
Buntil  Merupakan sayur lauk khas rakyat yang diolah dari daun lumbu (daun dari umbi yang seperti talas yang banyak tumbuh di tepian kolam maupun sawah). Daun lumbu berisi sambal parutan kelapa yang dimasak dengan santan, kemudian diikat. Awalnya mencoba ragu mendengar namanya dan sekilas melihat bentuknya, tapi begitu mencicipi... dijamin ketagihan … Makanan rakyat ini terdapat hampir di seluruh wilayah Banjarnegara.
Kacang Dieng Kacang yang mempunyai rasa khas dan hanya terdapat di kawasan Dataran Tinggi Dieng, kecamatan Batur, Banjarnegara. Dewasa ini telah dipasarkan secara luas dengan kemasan yang modern dan harga yang bersaing.
Jenang salak / sirup salak  Merupakan diversifikasi dari olahan buah Salak. Tak bisa dipungkiri Banjarnegara adalah “kebun salak” nya Jawa Tengah. Hasil komoditi yang melimpah menginspirasi home industry kreatif untuk mengolah salak menjadi menu yang special, seperti Jenang dan Sirup Salak. Pengrajin ini banyak terdapat di Kecamatan Madukara dan Banjarmangu. Salah satu yang berkembang adalah Home Industry “AZIZAH” dari Desa Bantarwaru, Madukara, yang telah merambah pasar lintas daerah.
Leye Merupakan diversifikasi makanan pokok dari bahan dasar Jagung. Hasil tanaman jagung di Banjarnegara melimpah selain padi. Di daerah tertentu seperti Purwanegara, Mandiraja atau di daerah utara seperti Pagentan, Wanayasa, Karangkobar, Pandanarum, kerap dijumpai nasi jagung atau biasa disebut ”Leye”. Enak dihidangkan dengan ”gesek” atau ”juwi” (ikan asin yang kering), dan sayur segar.
 Soto Jika di daerah Banyumas menyebutnya ”Sroto”. Di Banjarnegara justru lebih banyak varian makanan ini seperti : Soto Krandegan (resep dari Krandegan Kota Banjarnegara) yang menonjolkan irisan daging sapi dengan serat yang halus, ketupat, dan kuah yang kental, mantap rasanya. Ada juga Soto Pringgading (di kompleks Koplak, Parakancanggah, Banjarnegara), dengan ciri khas kuah segar, nasi lembut, jeruk nipis dan ...... tempe goreng sebagai pelengkap dan terbaru adalah Soto Ikan (Gumiwang) yang mengkreasi dari olahan ikan Patin. Soto ini mulai hangat dikunjungi penikmatnya dengan ciri khas kesegaran kuah Soto Ikan dari ikan patin yang empuk/kenyal , gurih dan tentu kaya gizi.

Comments