Gunung Tampomas

Gunung Tampomas merupakan gunung kecil di sekitar Waduk Mrica yang saat ini digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Sudirman Gunung Tampomas yang memiliki keindahan alam bebatuan itu merupakan bekas lokasi penambangan tepatnya di Desa Masaran kecamatan Pagedongan kabupaten Banjarnegara.




Gunung ini bisa dilalui hanya kurang lebih 15 menit dari Dusun Wiradrana Desa Majalengka, menurut sejarah,Gunung ini sangat berkaitan erat dengan Gunung Lanang yang berada di Dusun Wiradrana tersebut.
dan bukan hanya sejarah,namun mitos2 yang ada di masyarakatpun menutur-tinularkan bahwa Gunung Tampomas simbol Gunung Wadon (perempuan) dari Gunung lanang tersebut, kedua simbol tersebut bisa disimbolkan sebagai LINGGAYONI.
Gunung Tampomas dulunya merupakan lokasi penambangan sehingga bekas-bekas galian yang tersebar di beberapa titik, saat ini menjadi danau-danau kecil



Daerah ini merupakan daerah perbukitan, disebelah selatan terdapat Gunung Lanang menurut masyarakat setempat. Gunung Lanang ini terlihat seperti tebing-tebing yang berbentuk kubah

Deskripsi batuan ini yaitu, memiliki warna abu-abu, holokristalin karna 80% lebih terdiri dari kristak-kristal , bentuk kristal subhedral, bentuk butir inekuigranular, massa dasar yaitu kristal, tekstur fanerik, struktur massif. Dengan komposisi mineral, plaioklas, hornblend, Kuarsa dan klorit, sifatnya magnetit. Merupakan batuan beku intermediet, jadi dapat disimpulkan yaitu batuan beku andesit.



Gunung Tampomas mempunyai potensi tinggi untuk dijadikan objek wisata alam jika lahan tersebut telah dikembalikan kepada pemkab.






Secara terpisah, pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kembang Emas Banjarnegara, Toto Hardiyanto, mengatakan, Gunung Tampomas potensial sebagai objek wisata, Hanya saja kondisi jalan menuju lokasi tersebut masih sangat terjal dan sulit

Selain kondisi bebatuan yang indah, Gunung Tampomas memiliki kultur alam yang mendukung jika dikelola secara baik sebagai objek wisata keluarga.
eksotisme bebatuan di Gunung Tampomas menarik sehingga banyak komunitas fotografi baik berasal dari Banjarnegara maupun daerah lainnya menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi pengambilan foto.
Sekarang tinggal bagaimana pemerintah mengoptimalkan potensi tersebut sebagai tempat wisata.
0