“Kacung” Pemerintah Kebanyakan Berbohong

Ketika Pemerintah Republik Indonesia memiliki keinginan untuk menaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) maka apapun akan mereka lalukan untuk bisa meloloskan keinginan mereka, sehingga opini-opini yang seolah-olah logis dibuat dan disebar di Media untuk bisa diterima. Misalnya salah satu alasan yang paling “kena” di masyarakat Indonesia hasil interview yang saya lakukan menyebutkan bimbang antara setuju dan tidak setuju, yang membuat masyarakat buruh setuju adalah “Di Malaysia Itu harga BBM itu sudah diharga Rp.16.000,- Ribu Rupiah harusnya Indonesia lebih tinggi”.
Saya kasih 4 Jempol Saya untuk Pemerintah yang berhasil membangun opini ini di otak “bodoh”nya rakyat kita sehingga semakin menggila dibodohi para bajingan lintah penghisap darah rakyat tersebut. Betapa disayangkan jika otak-otak pintar di DPR, Menteri, Presiden hanya untuk membodohi rakyat dengan membuat opini-opini pembodohan seperti itu.
Sehingga semakin banyak masyarakat setuju dengan kenaikan BBM hanya karena opini Pemerintah bahwa Malaysia Saja sudah berharga 16.000 Ribu Rupiah Per Liternya.
Suatu pagi ketika Saya menumpang ojek, kembali Saya tanyakan kepada mereka dengan kebijakan pemerintah untuk kenaikan harga BBM, maka jawabanya sudah dapat di tebak “Saya tergantung pak, Saya setuju jika banyak yang setuju, Saya menolak jika banyak menolak, Tapi harusnya kita setuju pak karena di Malaysia harga BBM itu sudah Rp.16.000”
Kemudian Saya bertanya kepada Ojek ini sebagai pewakilan Wong Cilik, “Bapak Tahu Harga Gaji Pembantu Di Malaysia?” atau “Bapak Tahu Berapa Gaji Buruh Pabrik Di Malaysia”. Maka Sang Ojek ini hanya menggeleng kepala tanda tidak tahu. Itu masalahnya, betapa hebatnya pembodohan Pemerintah terhadap rakyatnya sehingga hanya tahu harga BBM/Liter tanpa tahu harga Gaji Pembantu atau Gaji Buruh Pabrik di sana.
Saya katakan wajar saja jika harga BBM di Malaysia itu bisa mencapai lebih dari 10 Ribu Rupiah karena Gaji Pembantu Saja bisa mencapai 600 Ringgit Malaysia yang setara dengan 1,8 Juta Rupiah, Anda bayangkan Saja jika Gaji Pembantu Saja bisa mencapai 1,8 Juta Rupiah. Sedangkan di Indonesia bagaimana? Gaji Pembantu rumah tanggal itu 400 Ribu Rupiah saja, berapa kali lipat dengan gaji pembantu di Malaysia? Anda Jawab Saja sendiri.
Kemudian, Jika Anda ditanya lagi berapa Gaji Buruh Pabrik di Malaysia ? maka Anda akan menemukan angka gajinya mencapai 900 Ringgit hingga 1000 ringgit yang artinya setara dengan 2,7 juta hingga 3 juta rupiah. Wajarlah jika harga BBM lebih dari 10 Ribu/Liter. Coba Anda tanyakan gaji Buruh Indonesia? maka Anda akan menemukan angka sebesar Rp.1,2 Juta Rupiah
Jika Anda lihat Tabel Berikut

Harga                                          Malaysia                              Indonesia 


BBM                                      Rp. 18.000,-/Liter                  Rp. 4.500,-/Liter

Gaji Pembantu                      Rp. 1.800.000,-/Bln               Rp. 450.000,- / Bulan

Gaji Buruh Pabrik                 Rp. 3.000.000,-/Bln               Rp. 1.200.000,-/Bulan

Bagaimana mungkin pemerintah Indonesia bisa membandingkan kondisi Indonesia dengan Negara tetangga seperti Malaysia. Jauh Sekali perbedaannya. Boleh saja Harga BBM Naik tetapi gaji Buruh Pabrik dan Pembantu di Indonesia sebagai standar gaji paling rendah harus naik juga. Saya fikir sudah bukan zamanya kaung pemerintah melalui kader Partai Demokrat untuk membuat opini-opini pembodohan terhadap rakyat, apalagi jika itu dilakukan oleh Manteri ESDM atau Preseden Republik Indonesia. Memalukan!

0